Ikhwan Kajian yang selalu mendapat keberkahan. Informasi atau opini terkadang membuat
kita berdetak kagum dan bangga dengan info tersebut. Dan tidak sadar pula kita kadang selalu terpengaruh akan kata dan bujuk rayuannya.Namuan dengan adanya Kebijakan Ekonomi Jokowi-JK Dinilai Tidak Berbuat Apa-Apa Selama Tiga Tahun kita bisa mencari celah kebenaranya tanpa adanya sifat menyalahkannya. Namun hanya mencari letak dasar kebenaranya itu sendiri.
Kebijakan Ekonomi Jokowi-JK Dinilai Tidak Berbuat Apa-Apa Selama Tiga Tahun mengajak kita untuk berfikir untuk menambah khasanah keilmuan kita.Dengan adanya kajian tentangnya kita mengerti yang benar dan yang salah.Jadikan memontum ini untuk menguatjan kita.Dan pastikan pula kita selalu mawas diri dalam menghadapi setiap problematik kehidupan kita.Dan selu berhati hati dalam menyikapi segala sesuatunya.
Ekonom senior dari Indef, Didik J Rachbini mengkritisi kebijakan ekonomi pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, yang nyaris tak berbuat apa-apa selama hampir tiga tahun ini. Karena indikatornya, selama itu tak ada perbaikan yang signifkan.
Dari sisi kemiskinan dan ketimpangan, tak beranjak sama sekali atau jalan di tempat. Bahkan di antara menteri ekonomi pun lebih banyak terjadi konflik.
“Ketika kemiskinan dan ketimpangan diumumkan. Ya sudah, semua (pemerintah) pada bingung. Kok hampir tiga tahun ini tidak bergerak (tidak ada perbaikan sama sekali),” ungkap dia, di Jakarta, Rabu (19/7).
Padahal, dia menegaskan, sisa dua tahun itu sangat tak efektif untuk melakukan perbaikan ekonomi di Indonesia. Karena 2018 itu jadi batas waktu terakhir, di mana pemerintah sudah sangat sibuk dengan pilkada. Dan menjadi tahun politik karena persiapan Pilpres 2019.
“Jadi sudah tidak ada waktu lagi untuk konsolidasi. Yang ada, kabinet kita dibumbui konflik. Antara Menko Perekonomian (Darmin Nasutioan) dan Menkeu (Sri Mulyani Indrawati) malah saling bermusuhan,” ungkap dia.
Semestinya, kata dia, yang menjadi pemimpin ‘orcestra’ itu adalah Wakil Presiden Jusuf Kalla yang pernah berhasil mencapai pertumbuhan 6,5 persen di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
“Tapi yang terjadi, Presiden (Jokowi) dan wapres malah berkonflik. Makanya itu persoalan political economy yang luar biasa. Makanya, saya sebut, hampir tiga tahun itu tidak berbuat apa-apa,” kata dia.
Untuk itu, kata dia, dia pun tak aneh jika belakangan muncul wacana reshuffle di kementerian ekonomi Kabinet Kerja. “Banyak berita yang tidak sengaja keluar adalah soal reshuffle. Itu mencuat tiba-tiba, tapi enggak mungkin ada api kalau nggak ada asapnya,” kata dia.
Menurut dia, pemerintah yang tak berbuat apa-apa itu salah satu dari data ekspor yang terus anjlok. Padahal empat tahun lalu, Indonesia sudah berhasil mencapai ekspor US$ 200 miliar. Itu angka pencapaian luar biasa.
“Karena ekspor ini tanda dinamika kebijakan, kredit bank, employment, dan pemerintah dianggap hidup. Tapi sekarang, hampir nyaris US$ 100 miliar. Jadi separuh tergerus. Ini gawat. Satu angka saja mencerminkan hampir keseluruhan dinamika ekonomi,” tandasnya.
Belum lagi bicara daya beli. Kata dia, saat ini seluruh supermarket konsumsi yang dulu diandalkan sekarang anjlok semua. Bahkan, Hypermart melakukan layoff karyawan.
“Itu tandanya, daya beli melemah. Kuncinya adalah di Kemendes yang memegang dana desa Rp60 triliun. Sehingga pemerintah harus lebih aktif untuk menggenjot daya beli,” pungkas dia.
Judul :
Kebijakan Ekonomi Jokowi-JK Dinilai Tidak Berbuat Apa-Apa Selama Tiga Tahun
Link :
Kebijakan Ekonomi Jokowi-JK Dinilai Tidak Berbuat Apa-Apa Selama Tiga Tahun
Artikel terkait yang sama:
Kebijakan Ekonomi Jokowi-JK Dinilai Tidak Berbuat Apa-Apa Selama Tiga Tahun
0 Response to "Kebijakan Ekonomi Jokowi-JK Dinilai Tidak Berbuat Apa-Apa Selama Tiga Tahun"
Posting Komentar