Ortu Calon Taruna Akpol Ngamuk dan Minta Kapolda Jabar Dicopot

Ikhwan Kajian yang selalu mendapat keberkahan. Informasi atau opini terkadang membuat kita berdetak kagum dan bangga dengan info tersebut. Dan tidak sadar pula kita kadang selalu terpengaruh akan kata dan bujuk rayuannya.Namuan dengan adanya Ortu Calon Taruna Akpol Ngamuk dan Minta Kapolda Jabar Dicopot kita bisa mencari celah kebenaranya tanpa adanya sifat menyalahkannya. Namun hanya mencari letak dasar kebenaranya itu sendiri.

Ortu Calon Taruna Akpol Ngamuk dan Minta Kapolda Jabar Dicopot mengajak kita untuk berfikir untuk menambah khasanah keilmuan kita.Dengan adanya kajian tentangnya kita mengerti yang benar dan yang salah.Jadikan memontum ini untuk menguatjan kita.Dan pastikan pula kita selalu mawas diri dalam menghadapi setiap problematik kehidupan kita.Dan selu berhati hati dalam menyikapi segala sesuatunya.


Ortu Calon Taruna Akpol Ngamuk dan Minta Kapolda Jabar Dicopot

Opini Bangsa - Rupanya sikap Kapolda Jawa Barat Irjen Polisi Anton Charliyan yang dianggap arogan oleh beberapa pendukung Habib Rizieq beberapa waktu lalu akhirnya terbukti.

Sikap Anton diperlihatkan ketika penerimaan calon Taruna Polri yang dilakukan di Polda Jawa Barat, hingga membuat para orangtua calon taruna Akpol melakukan protes.

Para orangtua merasa jika tes pada kesehatan yang menjadi persoalan penerimaan para calon taruna, yang dianggap alasan Anton jika yang diloloskan untuk menjadi calon taruna adalah putra putri daerah tidak sesuai dengan aturan yang telah dibuat oleh Kepolisian RI.

Akibatnya penerimaan yang sudah dilakukan oleh Polda Jawa Barat dianulir kembali dan diambil alih oleh pihak Mabes Polri.

“Ada kebijakan Kapolda yang membuat kekisruhan soal calon taruna yang lolos penerimaan,” ujar Asisten Kepala Polri Divisi Sumber Daya Manusia, Irjen Pol. Arief Sulistyanto.

Penerimaan para calon taruna sudah memiliki aturan dan syarat yang harus dilewati oleh para calon taruna sesuai dengan proses penerimaan taruna Akpol.

Untuk kuota Polda Jawa Barat, diberikan 13 untuk putra daerah, dan 22 non putra daerah, namun Kapolda justru melakukan kebijakan sendiri dengan menentukan dari jumlah peserta yang mendaftar 35 putra dan 4 putri, yang diterima 12 putra daerah dan 11 non putra daerah.

Berikut video protes orangtua calon Taruna.




Kejadian itu pun ditanggapi netizen:













Judul :Ortu Calon Taruna Akpol Ngamuk dan Minta Kapolda Jabar Dicopot
Link :Ortu Calon Taruna Akpol Ngamuk dan Minta Kapolda Jabar Dicopot

Artikel terkait yang sama:


Ortu Calon Taruna Akpol Ngamuk dan Minta Kapolda Jabar Dicopot

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ortu Calon Taruna Akpol Ngamuk dan Minta Kapolda Jabar Dicopot"

Posting Komentar