ICW: Butuh Kekuatan Presiden untuk Ungkap Kasus Novel

Ikhwan Kajian yang selalu mendapat keberkahan. Informasi atau opini terkadang membuat kita berdetak kagum dan bangga dengan info tersebut. Dan tidak sadar pula kita kadang selalu terpengaruh akan kata dan bujuk rayuannya.Namuan dengan adanya ICW: Butuh Kekuatan Presiden untuk Ungkap Kasus Novel kita bisa mencari celah kebenaranya tanpa adanya sifat menyalahkannya. Namun hanya mencari letak dasar kebenaranya itu sendiri.

ICW: Butuh Kekuatan Presiden untuk Ungkap Kasus Novel mengajak kita untuk berfikir untuk menambah khasanah keilmuan kita.Dengan adanya kajian tentangnya kita mengerti yang benar dan yang salah.Jadikan memontum ini untuk menguatjan kita.Dan pastikan pula kita selalu mawas diri dalam menghadapi setiap problematik kehidupan kita.Dan selu berhati hati dalam menyikapi segala sesuatunya.




Indonesia Corruption Watch (ICW) menyatakan Presiden RI harus membentuk tim khusus yang independen untuk mengungkap kasus penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dengan air keras. 

"Butuh kekuatan politik yang kuat dari presiden untuk mengungkap (kasus Novel) itu, harus dibikin juga tim independen," kata Peneliti ICW Febri Hendri kepada Republika, Jumat (30/6).

Apalagi, lanjut Febri, Novel sempat menyebut kepada media asing TIME, soal adanya keterlibatan jenderal polisi dalam kasus penyerangan Novel sehingga perlu ada tim independen yang mengungkapnya. 

Dalam kasus Novel ini, menurutnya, ada hambatan-hambatan tertentu, karena yang terlibat di dalamnya punya kekuatan ataupun kewenangan yang tinggi. "Sehingga tidak bisa didobrak oleh penyidik biasa," ujar dia.

Febri juga berpendapat, pengusutan kasus Novel ini semestinya tidak sampai memakan waktu lebih dari dua bulan. Lantaran kepolisian mempunyai kemampuan untuk mendeteksi melalui intelijennya itu. Terlebih, pelaku kriminal tidak banyak, bahkan yang profesional sekalipun. "Menurut kami jadi cepatlah selesaikan kasus ini, ini sudah (memakan waktu yang) lama," tutur dia.

Febri juga menilai kasus Novel ini bukan perkara pidana biasa. Sebab Novel adalah ketua tim satuan tugas dalam beberapa perkara korupsi di Komisi Pemberantasan Korupsi. Novel pun banyak menangani berbagai kasus korupsi kelas kakap. 

"Nah kemungkinannya, dugaannya, ini tidak dilakukan oleh pelaku lapangan sendirian, pasti ada orang di belakang dia, yang menyuruh itu. Orang di belakang dia ini yang harus dikejar juga," kata dia.

Polda Metro Jaya sebelumnya menyatakan telah mempunyai tiga sketsa wajah yang diduga sebagai pelaku penyerangan Novel. Sketsa wajar ini didasarkan pada keterangan saksi kunci yang diperiksa kepolisian. Sketsa tersebut saat ini juga masih harus dikonfirmasi kembali ke saksi kunci. Jika gambar pada sketsa sesuai dengan keterangan saksi, maka akan disebar ke publik untuk segera ditemukan.

sumber : rol

Judul :ICW: Butuh Kekuatan Presiden untuk Ungkap Kasus Novel
Link :ICW: Butuh Kekuatan Presiden untuk Ungkap Kasus Novel

Artikel terkait yang sama:


ICW: Butuh Kekuatan Presiden untuk Ungkap Kasus Novel

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "ICW: Butuh Kekuatan Presiden untuk Ungkap Kasus Novel"

Posting Komentar