Kenapa yang Siaran Live Ngaji Kitab Kuning Selama Ramadhan Hanya Kyai NU?

Ikhwan Kajian yang selalu mendapat keberkahan. Informasi atau opini terkadang membuat kita berdetak kagum dan bangga dengan info tersebut. Dan tidak sadar pula kita kadang selalu terpengaruh akan kata dan bujuk rayuannya.Namuan dengan adanya Kenapa yang Siaran Live Ngaji Kitab Kuning Selama Ramadhan Hanya Kyai NU? kita bisa mencari celah kebenaranya tanpa adanya sifat menyalahkannya. Namun hanya mencari letak dasar kebenaranya itu sendiri.

Kenapa yang Siaran Live Ngaji Kitab Kuning Selama Ramadhan Hanya Kyai NU? mengajak kita untuk berfikir untuk menambah khasanah keilmuan kita.Dengan adanya kajian tentangnya kita mengerti yang benar dan yang salah.Jadikan memontum ini untuk menguatjan kita.Dan pastikan pula kita selalu mawas diri dalam menghadapi setiap problematik kehidupan kita.Dan selu berhati hati dalam menyikapi segala sesuatunya.

MusliModerat.net - Ramadhan kali ini adalah hebat. Pengajian kitab kuning cukup semarak dan diminati. Yang Di rumah dan masih diperjalanan tidak melewatkan. Berbagai wilayah acung jari, hadir. Tanda menyimak. Bahkan beberapa jamaah luar negeri. Gegara kyai kyai NU. Dari semua yang menyelengarakan berlatar belakang NU. Kyai Tua seperti Gus Mus, Kyai Said setengah tua seperti Kyai Husein, yang muda seperti M Aqib Malik dan masih banyak lagi. Apakah ada yg bukan belatar belakang NU. Agak sulit dijawab. Soal kitab kuning NU paling jago dan pasti paling percaya diri. Pengajian viral ditonton oleh orang tanpa batas. Jika yg membahas kitab kurang cukup ilmu, agak berbahaya. Kenapa yg bukan NU tidak menyelenggarakan, memang harus hati2, jika anda kurang kuat, setengah2 ilmu nahwunya, bisa jadi bencana mengkaji kitab kuning. Tentu pilihannya tidak akan melakukan. Cukuplah menyimak saja dari kyai kyai NU.

Jika tidak ada kitab kuning, maka Al qur'an sulit untuk difahami secara benar. Karenanya tradisi kelimuan NU adalah paling utama dari sumber memahami agama. Bukan semata mata pengetahuan cuplikan, yang hapal hapal dikit ayat lalu mendadak jadi ustad atau ustadzah.

Darimana asal sikap toleran NU, ia bersumber dari kekuatan memahami agama sampai ke akar akarnya. Orang NU akan santai menyikapi berbagai persoalan se jagat raya ini, karena memiliki sumber hukum yg cukup. Al Qur'an saja tidak membahas transaksi jual beli pakai kartu, pembeli dan penjual tidak jumpa. Dalam kitab kitab di lingkungan NU, dapatlah dijumpai hukum hukumnya. Jadi orang NU tidak akan kagetan. Orang NU yang awam. Cukup taqlid kepada para Guru yang alim (luas ilmu). Itu cukup untuk jalan keselamatan akhirat.

Membayangkan Indonesia tanpa NU seperti dunia tanpa puisi. Pantaslah syeikh Maliki Dawuh bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yg dicintai Nabi Muhammad.

#sayaindonesian
#sayaNU

Dishare dari Ufi Ulfiah/ed

Judul :Kenapa yang Siaran Live Ngaji Kitab Kuning Selama Ramadhan Hanya Kyai NU?
Link :Kenapa yang Siaran Live Ngaji Kitab Kuning Selama Ramadhan Hanya Kyai NU?

Artikel terkait yang sama:


Kenapa yang Siaran Live Ngaji Kitab Kuning Selama Ramadhan Hanya Kyai NU?

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kenapa yang Siaran Live Ngaji Kitab Kuning Selama Ramadhan Hanya Kyai NU?"

Posting Komentar