Mengapa Jamaah Haji Dilarang Puasa Arafah? Ini Penjelasan Para Ulama

Ikhwan Kajian yang selalu mendapat keberkahan. Informasi atau opini terkadang membuat kita berdetak kagum dan bangga dengan info tersebut. Dan tidak sadar pula kita kadang selalu terpengaruh akan kata dan bujuk rayuannya.Namuan dengan adanya Mengapa Jamaah Haji Dilarang Puasa Arafah? Ini Penjelasan Para Ulama kita bisa mencari celah kebenaranya tanpa adanya sifat menyalahkannya. Namun hanya mencari letak dasar kebenaranya itu sendiri.

Mengapa Jamaah Haji Dilarang Puasa Arafah? Ini Penjelasan Para Ulama mengajak kita untuk berfikir untuk menambah khasanah keilmuan kita.Dengan adanya kajian tentangnya kita mengerti yang benar dan yang salah.Jadikan memontum ini untuk menguatjan kita.Dan pastikan pula kita selalu mawas diri dalam menghadapi setiap problematik kehidupan kita.Dan selu berhati hati dalam menyikapi segala sesuatunya.

wukuf di arafah
wukuf di arafah (hajiplus.id)




Puasa arafah disunnahkan bagi kaum muslimin yang sedang tidak mengerjakan ibadah haji. Sedangkan bagi jamaah haji, Rasulullah melarangnya sebagaimana hadits yang diriwayatkan Ibnu Majah dan Ahmad.

عَنْ عِكْرِمَةَ قَالَ دَخَلْتُ عَلَى أَبِى هُرَيْرَةَ فِى بَيْتِهِ فَسَأَلْتُهُ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ بِعَرَفَاتٍ فَقَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ بِعَرَفَاتٍ

Dari Ikrimah, ia mengatakan: “aku masuk ke rumah Abu Hurairah lalu bertanya tentang puasa hari Arafah bagi (jamaah haji yang sedang) di Arafah.” Lalu Abu Hurairah menjawab, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang puasa hari Arafah di Arafah” (HR. Ibnu Majah dan Ahmad)

Mengapa jamaah haji dilarang puasa Arafah yang keutamaannya luar biasa ini? Berikut ini penjelasan para ulama.

“Bagi orang yang sedang menunaikan haji, tidak disunnahkan berpuasa hari Arafah. Bahkan disunnahkan untuk tidak berpuasa meskipun ia kuat agar tersedia kekuatan untuk berdoa dan juga mengikuti sunnah,” kata Prof. Dr. Wahbah Az Zuhaili dalam Fiqih Islam wa Adilatuhu.

“Sedangkan menurut mazhab Hanafi,” lanjut Syaikh Wahbah, “orang yang sedang berhaji boleh berpuasa hari arafah jika ia kuat.”






Syaikh Musthofa Al Bugho dalam Nuzhatul Muttaqin Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan, “Pada hari Arafah, orang-orang yang tidak melakukan haji disunnahkan melakukan puasa Arafah, sedangkan orang-orang yang sedang melakukan haji tidak disunnahkan puasa karena dapat menyebabkan badannya lemah sehingga amalan-amalan ibadah yang lain terganggu.”

Puasa arafah disunnahkan bagi kaum muslimin yang tidak sedang mengerjakan ibadah haji. Waktunya bertepatan dengan waktu wukuf. Jadi, saat jamaah haji sedang wukuf di arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, kaum muslimin yang tidak sedang mengerjakan haji disunnahkan untuk puasa arafah.

Keutamaan puasa arafah bisa menghapus dosa dua tahun.

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ

Rasulullah ditanya tentang puasa hari Arafah, beliau bersabda: “Menghapuskan dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang.” (HR. Muslim)

Baca juga: Niat Puasa Arafah






Judul :Mengapa Jamaah Haji Dilarang Puasa Arafah? Ini Penjelasan Para Ulama
Link :Mengapa Jamaah Haji Dilarang Puasa Arafah? Ini Penjelasan Para Ulama

Artikel terkait yang sama:


Mengapa Jamaah Haji Dilarang Puasa Arafah? Ini Penjelasan Para Ulama

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mengapa Jamaah Haji Dilarang Puasa Arafah? Ini Penjelasan Para Ulama"

Posting Komentar