Ikhwan Kajian yang selalu mendapat keberkahan. Informasi atau opini terkadang membuat kita berdetak kagum dan bangga dengan info tersebut. Dan tidak sadar pula kita kadang selalu terpengaruh akan kata dan bujuk rayuannya.Namuan dengan adanya Budiman Sudjatmiko Provokasi Antar Kelas Sosial Jelang Pilpres, Pendiri ITJ: Khas Ideologi Mana? kita bisa mencari celah kebenaranya tanpa adanya sifat menyalahkannya. Namun hanya mencari letak dasar kebenaranya itu sendiri.
Budiman Sudjatmiko Provokasi Antar Kelas Sosial Jelang Pilpres, Pendiri ITJ: Khas Ideologi Mana? mengajak kita untuk berfikir untuk menambah khasanah keilmuan kita.Dengan adanya kajian tentangnya kita mengerti yang benar dan yang salah.Jadikan memontum ini untuk menguatjan kita.Dan pastikan pula kita selalu mawas diri dalam menghadapi setiap problematik kehidupan kita.Dan selu berhati hati dalam menyikapi segala sesuatunya.
| Budiman Sudjatmiko vs Akmal Sjafril (ilustrasi) |
Budiman Sudjatmiko dinilai memprovokasi antar kelas sosial. Politisi PDIP itu menyebut Jokowi diejek karena berasal dari kelas bawah yang merebut jatah kelas Ndoro dalam menguasai Indonesia.
Netizen pun mendeteksi provokasi itu merupakan khas ideologi tertentu.
“Sentimen klas itu memang sama membakarnya dgn sentimen agama. Gak bisa diserang dr sisi agama, pak @jokowi dibenci krn dianggap klas biasa/bawah yg merebut jatah klas Ndoro dlm menguasai Indonesia. Inilah asal muasal sikap mengejek o/ mereka itu,” kata Budiman Sujatmiko melalui akun Twitter pribadinya, @budimandjatmiko, Senin (18/2/2019).
Pendiri Indonesia Tanpa JIL (ITJ) Akmal Sjafril menilai twit tersebut adalah provokasi antar kelas sosial. Ia pun menanyakan provokasi tersebut khas ideologi apa.
“Provokasi antar kelas sosial. Khas ideologi mana coba, tweeps?” kata Akmal Sjafril melalui akun Twitter pribadinya, @malakmalakmal, Rabu (20/2/2019).
Provokasi antar kelas sosial. Khas ideologi mana coba, tweeps? https://t.co/MclUf9Taxm— Akmal Sjafril (@malakmalakmal) 19 Februari 2019
Sejumlah pengguna Twitter menyambut pertanyan itu dengan jawaban tegas bahwa provokasi antar kelas sosial merupakan khas ideologi komunis.
“Komunis,” kata @RafianIbrahim
“komunisme,” kata @syahruzzaky
“Komunis....orang miskin dikimpori untuk membenci orang kaya..” kata @masfufah_02
“Blak2an ya, setau saya yg suka memprovokasi kelas sosial itu komunis, dengan membagi kelas sosial menjadi borjuis (ndoro) dan proletar (klas bawah). Bahasa provokasinya pun mirip....” kata @FadliPhase
Sejumlah pengguna Twitter lainnya tegas membantah kicauan Budiman Sudjatmiko tersebut.
“@budimandjatmiko ngawur. 99% TIDAK ADA yg persoalkan kelasnya. Tdk suka Jkw itu mngenai: - Riwayat keturunannya (dianggap tdk jelas) - kcerdasannya (disinyalir sbg boneka) - visi original knegarawanan (tdk ada) - intergritasnya (tdk adil dll) - amanah, komitmen (jekek) – dll,” kata @FaqihSyahrir
“@budimandjatmiko ngawur. Mau bikin narasi pertentangan kelas. Ini jelas ngawur. Tidak ada kutub/polaritas kelas di sini. Yg dukung mukijo juga ada kaum yang bahkan lebih borjuis. Yg kupingnya tipis tak tahan kritik. Bila dikritik amarah meledak,” kata @Wargajakarta6
Link :Budiman Sudjatmiko Provokasi Antar Kelas Sosial Jelang Pilpres, Pendiri ITJ: Khas Ideologi Mana?
0 Response to "Budiman Sudjatmiko Provokasi Antar Kelas Sosial Jelang Pilpres, Pendiri ITJ: Khas Ideologi Mana?"
Posting Komentar